5 Linux media player open source yang wajib dicoba

Menonton video adalah kegiatan yang banyak dilakukan orang, misal menonton film yang telah dibeli dalam bentuk dvd atau yang telah di download, tidak hanya film saja, video tutorial pun orang akan menontonnya di laptop/PC kesayangan. Jika kita menggunakan sistem operasi Windows maka player bawaan yang bisa kita gunakan adalah Windows Media Player atau jika menggunakan MacOS kita menggunakan Quick Time Player.

Lalu apa yang akan kita lakukan jika kita adalah pengguna Linux? Kebetulan 1 hari ini saya baru melakukan install Linux Ubuntu 18.04 LTS ke laptop saya yang satunya. Hitungannya baru sekitar 5 jam yang lalu saya melakukan hal tersebut. Linux bukan barang baru buat saya, dia telah hadir di kehidupan ini ketika kuliah semester 4 jika tidak salah. Oya kembalik ke pokok bahasan kita ya :D. Untuk menonton film Linux terutama Ubuntu, saya ada 5 rekomendasi Media Player yang dapat teman – teman gunakan, yaitu :

  1. VLC
  2. MPlayer
  3. SMPlayer
  4. MPV
  5. Banshee

Kita akan bahas satu per satu untuk 5 buah Media Player tersebut ya supaya teman – teman bisa langsung eksekusi untuk menggunakannya di Linux masing – masing.

VLC ( VideoLAN )

Siapa sih yang tidak kenal dengan media player satu ini? Saya saja sudah mengenalnya begitu lama. VLC mempunya banyak fitur yang bisa kita manfaatkan ketika menikmati film kesayangan kita. Apa saja fiturnya?

  • Bisa dengan cepat melakukan decoding dengan harware
  • Mendukung banyak codex untuk memainkan video
  • Mendukung untuk substitle film yang kita putar di VLC ini.
  • Kita bisa juga memutar TV Streaming seperti contohnya layana tv lokal yang free on air dengan format .m3U.

 

Sumber : Noobslab

MPlayer

Untuk media player kedua yang bisa kita gunakan di Linux adalah MPlayer. Media player ini bersifat open source yang didevelop pada tahun 2000 oleh Árpád Gereöffy. Seperti halnya VLC, media player ini juga mendukung banyak codex dari video/film yang beredar di pasaran.

Selain dari dukungan codex, kita juga bisa menggunakan berbagai macam theme untuk MPlayer ini yang bisa didownload di situs resminya.

SMPlayer

Lalu kemudian media player ketiga adalah SMPlayer. Media player ini mempunyai fitur untuk langsung serach subtitle yang dibutuhkan. Selain untuk menonton film yang sudah didownload ataupun dalam bentuk DVD, kita bisa juga menggunakannya untuk menonton langsung search dari Youtube. Untuk codex, sama seperti player yang lain, media player ini menyajikan sejumlah codex yang bisa dibilang lengkap.

MPV

Media player yang keempat adalah MPV, yang merupakan turunan dari MPlayer. MPV mempunyai basis OpenGL yang mempunya banyak fitur seperti skala video kualitas tinggi, kualitas warna, time frame, HDR dan masih banyak lagi. Media player ini memanfaatkan API dari FFmpeg hwaccel yang mendukung VDPAU, VAAPI, DXVA2, VDA dan video toolbox.

Sumber : website mpv

Banshee

Media player kelima yang wajib dicoba adalah Banshee. Media player ini berada di bawah lisensi Open Source yang dikembangkan dengan sistem komunitas. Oya untuk Banshee tersedia untuk multiplatform sehingga bisa kita gunakan tidak hanya di linux saja.

Selain sebagai media player video, banshee bisa kita gunakan untuk memutar lagu dan ini berlaku seperti media player yang lainnya juga. Untuk urusan codex, bisa dibilang lengkap dan tentu saja bisa mengakomodir hobi kita yang senang dengan musik dan film.

Sumber : Linux Insider

Sekian dari saya tentang 5 Linux media player open source yang wajib dicoba, semoga yang saya tuliskan dan share di blog ini berdasarkan pengalaman saya bisa berguna untuk kita semua.

Mau selalu update berita dari ikirangga[dot]com, teman – teman bisa follow twitter & facebook fan page ikirangga[dot]com.