Review : Firefox Quantum digunakan di MacOS dan Linux

Web browser adalah suatu aplikasi yang wajib ada, apakah itu di PC, Laptop ataupun di perangkat smartphone. Ada banyak aplikasi web browser di dunia ini, baik itu merupakan aplikasi yang original ataupun aplikasi yang merupakan turunan dari aplikasi yang original.

Kali ini saya akan melakukan review terhadap salah satu aplikasi web browser yaitu Firefox. Mengapa Firefox? Ada apa dengan Firefox? Apakah ada yang menarik dari Firefox “si rubah” yang terkenal dengan web browser yang terkenal dengan boros memory? Please, jangan underestimate dulu dengan “si rubah” ini ya.

Setiap sesuatu di dunia ini akan melakukan perubahan dan perubahan adalah yang abadi. Hal ini bermula ketika saya setia menggunakan Google Chrome yang menurut saya menjadi semakin lambat dari hari ke hari. Maka saya putuskan untuk install Firefox yang terbaru yaitu Firefox Quantum di Macbook dan laptop Linux Ubuntu saya. Terus terang saya deg degan  ketika awal akan melakukan install dan menggunakannya, apakah ini akan sama seperti Firefox yang dulu? Tetapi saya telah membaca beberapa artikel yang menjelaskan bahwa hal tersebut tidak berlaku lagi untuk Firefox Quantum ini.

Segi Tampilan

Ada beberapa perubahan yang tampak menonjol adalah bagian tab dan bagian atasnya. Untuk Firefox Quantum dibuat lebih sederhana dan tampil ringan. Hal ini bisa kita lihat dari gambar di atas, perubahan yang mencolok sekali.  Jujur saya lebih suka tampilan yang sekarang, jika yang dahulu kala lebih menggunakan tampilan yang membuat berat ketika loading dan sekarang lebih enteng.

Segi Performance

Nah ini adalah bagian yang terpenting dari yang semua yang teah berubah untuk Firefox Quantum. Saya tidak menampilkan data di sini tetapi ini berdasakan pengalaman saya menggunakan versi terbaru sejak bulan lalu tapi jika ingin angka pastinya Firefox Quantum ini hanya membutuhkan waktu 3.2 detik untuk mengakses sebuah website, tapi ini tergantung dari websitenya juga. Website biasa bisa dengan waktu tersebut maka dapat disimpulkan bahwa denga website yang lebih berat akan membutuhkan loading yang tidak begitu berarti. Overall saya puas dengan kinerja Firefox Quantum.

Segi Plugin

Kita akan menemukan plugin akan disable ketika pertama kali kita menggunakan Firefox Quantum dan segera enable saja. Sepertinya plugin/extension ini tidak berjalan secara langsung ketika menemukan ekosistem yang baru. Mungkin akan ada beberapa extension atau plugin akan mengalami tidak bisa berjalan jika dari pihak developer extension tidak melakukan update sesuai dengan versi Firefox Quantum. Secara overall untuk plugin tidak mengalami kendala dan dapat berjalan dengan sebagaimana mestinya.

Kesimpulan

Browser Firefox Quantum ini layak untuk digunakan sehari – hari selain dari Chrome milik Google. Penggunaan memory dari Firefox Quantum ini terbilang kecil dibandingkan dengan Firefox tipe lama. Kita tidak akan lagi menemukan Firefox yang lemot.

Sekian dari saya tentang Review : Firefox Quantum digunakan di MacOS dan Linux, semoga yang saya tuliskan dan share di blog ini berdasarkan pengalaman saya bisa berguna untuk kita semua.

Mau selalu update berita dari ikirangga[dot]com, teman – teman bisa follow twitter & facebook fan page ikirangga[dot]com.